Minggu, 12 September 2010

Because of you

Entah mengapa saat membaca cerita dari kompas via hp, tiba-tiba hatiku tersentuh ... rasa sakit menusuk jiwaku ...tidak terasa tetes-tetes air mata mengalir dari kedua mataku ... pandanganku kembali terarah kepada kisah 11 thn lalu, hari-hari yang ku lewati disana satu persatu muncul berkelebat dikepala ... aku masih ingat jelas wajahnya... ucapannya ... keceriaan kami.... namun aku tak pernah mampu menjangkau jiwanya ... merengkuh pemikirannya untuk tetap pada Jalan-MU.

Sampai saat ini aku selalu ingat wajahnya, sesosok pemuda yang berkharisma, bertindak dan bertutur dengan penuh logica... sebuah tempat yang baik untuk bercerita tentang mimpi, melakukan hal gila dalam batas normal bersama .. seorang teman yang selalu menemaniku melewati jam kuliah bersama para senior kami, seorang teman yang selalu membantuku mengerjakan tugas-tugas bersama.  Seorang sahabat tempat berbagi tentang kehidupan cinta dan berbagai kegilaan dan pemikiran aneh masa muda.  Seorang sahabat yang selalu membuatku merasa aku akan  mampu menggapai impian, dan kami mencoba meraihnya bersama.  bersama kami berkomitmen untuk menjadi "seseorang" yang menjadi "sesuatu" suatu saat nanti.

Semua hari-hari yang dahulu terlihat "keren" sekarang bagai sebuah pisau yang menghujam...yang ada hanya sebuah penyesalan dan sebuah kesedihan. Kesedihan yang kusimpan dihati selama 2 tahun ini kembali menyeruak dihatiku.   Sebuah kekagetan luar biasa ketika aku membaca emailnya dan beberapa email teman yang lain yang mengucapkan selamat atas keputusannya.

Seharusnya aku tau ada tatapan kosong dimatanya beberapa tahun yang lalu, seharusnya aku tau bahwa dibalik keponggahan logicanya ada sebuah ruang kebimbangan dihatinya, yang lambat laun membuatnya rapuh dan menerima keadaan. Seharusnya aku tau komunitas keyakinannya tak kan mampu menjawab segala pertanyaannya yang penuh logica. Mengapa aku tak memperhatikan ceritanya tentang keluarganya, tentang perbedaan keyakinan antara kedua orang tuanya. cerita lain  tentang perjuangannya untuk menjadi orang benar ditengah pergaulannya yang bebas.

Sekarang semua hanyalah sebuah penyesalan ... mengapa aku yang senantiasa bersemangat membagikan karya penyelamatan TUHAN kepada orang-orang KRISTEN di kampus dan beberapa anak yang ingin mengenal TUHAN orang KRISTEN, tapi hanya bisa terdiam dan terhanyut dalam kharismanya tanpa pernah mengatakan sepatah kata pun tentang Keselamatan pada dirinya yang hanya berbeda keyakinan sedikit dengan aku. yang ada hanya aku seakan terhipnotos oleh kekayaan pemikirannya di usia yang relative muda melalui diskusi kita tentang kehidupan dan keberadaan kita sebagai manusia.  Jujur seumur hidup mungkin hanya dia, orang yang paling memahami cara pandangku tentang kehidupan secara pribadi.  kami memiliki kesamaan mencoba memandang kehidupan diluar kehidupan itu sendiri, mencoba memecahkan kehidupan melalui rumusan matematika ... menganggap permutasi angka dapat memberikan jawaban bagi kehidupan manusia.  mencoba mempelajari hal-hal sederhana dan mengumpulkannya menjadi sebuah kunci untuk mengungkap rahasia kehidupan.

Beberapa hari yang lalu seorang temanku bertanya tentang posting yang ia buat disebuah situs jejaring sosial, mempertanyakan kemana hilangnya "sang logica" yang sempat membuat kami terpesona.  sebuah diskusi yang hanya mereka sendiri yang pahami artinya diakhir diskusi itu.  Hati ku kembali tersayat membacanya ... seharusnya hal ini tidak perlu terjadi jika seandainya aku melibatkan TUHAN dalam setiap ceritaku padanya.. bukan hanya sebuah imaginasi liar untuk mengungkap sebuah rahasia kehidupan.

Saat aku tau aku telah kehilangan dirinya beberapa tahun yang lalu, aku pun berjanji pada TUHAN, bahwa aku ga ingin kehilangan "io-io" lainnya.  Aku pun mulai belajar membagikan Firman TUHAN dan KESELAMATAN dimana aku bisa cerita.

Dan hari ini pun aku kembali berjanji pada TUHAN, TUHAN aku akan terus bagikan terang mu pada dunia sampai akhir hidupku.

" Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan BAPAmu yang di  Surga." (matius 5:16)

Mari kita terus bersinar bagi dunia yang semakin gelap ini ... Let life happen through you

Minggu, 14 Maret 2010

The Way Back into Love

I’ve been living with a shadow overhead
I’ve been sleeping with a cloud above my bed
I’ve been lonely for so long
Trapped in the past, I just can’t seem to move on

I’ve been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I’ve been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

Reff :
All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I’m hoping you’ll show me what to do
(And if you help me to start again
You know that I’ll be there for you in the end)

I’ve been watching but the stars refuse to shine
I’ve been searching but I just don’t see the signs
I know that it’s out there
There’s gotta be something for my soul somewhere

I’ve been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night
I could use some direction
And I’m open to your suggestions

There are moments when I don’t know if it’s real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation

****

Entah kenapa saat pertama kali dengar lagu ini di film song & lyrics, aku langsung suka... mungkin sedikit mengena dihatiku.. lagu ini mengingatkan ku akan dia.  Pikiranku langsung melayang  saat dimana aku memutuskan untuk melupakan dirinya... saat aku mengatakan semua keraguan yang ada dihatiku... sedikit berharap ia berubah, sedikit berharap ia berlari mengejar, tapi yang ada ia tetap termanggu disana.  Diam berarti menyetujui dan seharusnya ia tau bahwa itu berarti sebuah batas bagi kita dan akhir dari kebersamaan.

Terkadang kami bertemu, namun tak ada kata terucap tentang kita lagi.. semua hanya sekedar dan ala kadarnya... pandanganku selalu ku alihkan karena aku telah memutuskan (walau dalam hati tetap berharap ia berubah), namun sebagian diriku tetap menyadari ia selalu memandangku dari kejauhan. Dan sebagian dari hatiku masih dapat merasakan apa yang ada didalam hatinya.

Beberapa waktu setelah kejadian itu terkadang kau berusaha kembali seperti dulu mencoba mengajakku bercerita dan mengembalikan hubungan seperti dulu, tapi hatiku sudah terluka dan ternyata luka tersebut semakin lama semakin dalam, sampai ku putuskan untuk mencabut penyebab luka tersebut dan membuangnya dari pikiranku.

Saat ini, hampir setahun sejak kejadian itu, semua telah berubah, perasaan itu telah menghilang, namun saat mendenger lagu ini sedikit harapan yang dahulu telah padam kembali menyeruak... berharap seandainya ia mendengar lagu ini... seandainya ia berubah... seandainya ia mau mengakui bahwa aku begitu berarti dalam hidupnya, sesuatu yang terucap dengan tulus tentang perasaannya, bukan sekedar tatapan mata atau banyak kata kiasanmu agar tidak tertolak oleh diriku. walau kau tetap selalu ada disana saat aku membutuhkanmu.

Setidaknya aku telah jujur dengan perasaanku saat itu, ketika ia tetap memilih untuk tidak jujur, itu adalah pilihannya, dan penyesalannya bukanlah penyesalanku.

Seandainya ia tidak ragu untuk kembali dan bukan menunggu bahwa semua akan baik-baik saja seperti biasanya... pikiranku tentu akan berubah, dan memberimu kesempatan kembali.  Karena cinta adalah hal untuk dikatakan, bukan untuk disimpan dalam hati.

Teman, jika kau menemukan seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu, cobalah untuk meraihnya, cobalah bernegosiasi mengenai keberatan-keberatannya. Karena cinta sejati bukan lah menyamakan segala sesuatu, tapi mempersatukan segala perbedaan tanpa mengubahnya dan berusaha membuat perbedaan tersebut menjadi sejalan tanpa perasaan egois satu sama lain.

Saat ini rasa yang hampir mati itu tetap bertahan... tapi sampai seberapa lama??? ketika sang logica terus mengambil tempat dengan dominan dalam hidupku, mungkin umur perasaan ini tidak akan lama. Dan jika ia telah menghilang, aku percaya sebuah rasa baru akan tumbuh dan menemukan sebuah tempat yang tepat untuk terus hidup... walau itu mungkin berarti bukan dirinya.

I just want to find the way back into love....

Good night everyone..